A. Sistem Pemerintahan Pada Masa Daulah Umayyah
Daulah Bani Umayyah mengambil nama keturunan dari Umayyah ibnu abdi Syams ibn abdi Manaf. Dia seorang yang terkemuka dalam persukuan Quraisy di zaman jahiliyah, bergandingan dengan pamannya Hasyim ibnu Abdi Manaf. Diantara Umayyah dengan Hasyim adalah dua sosok yang paling keras dalam merebut kedudukan kalangan Quraisy.
Daulah Umayyah berdiri pada tahun 661 M s.d 750 M. Meskipun daulah ini kurang dari satu abad, tetapi pencapaian ekspansi sangat luas. Ekspansi ke negeri – negeri yang sangat jauh dari pusat kekuasaan islam dilakukan dalam waktu kurang dari setengah abad. Ini tentunya merupakan kemenangan yang sangat menakjubkan dari suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah mempunyai pengalaman politik yang memadai.
Pendirian daulah ini, berawal dari masalah tahkim yang menyebabkan perpecahan dikalangan pengikut Ali, yang berakhir dengan kematiannya. Sepeninggalan Ali itu sebenarnya masyarakat secara beramai – ramai membaiat Hasan putra Ali untuk menjadi khalifah. Tetapi Hasan memang kurang berminat untuk menjadi Khalifah. Karena itu setelah Hasan berkuasa dalam beberapa bulan, Mu’awiyah meminta agar jabatan khalifah diberikan kepadanya, Hasan kemudian menyetujui permintaan tersebut dan memberikan beberapa persyaratan kepada Mu’awiyah. Dengan demikian jabatan Khalifah dilimpahkan secara penuh kepada Mu’awiyah. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan istilah amul jama’ah, atau tahun persatuan umat islam. Sejak itulah Mu’awiyah resmi menjadi kholifah baru umat islam yang berpusat di Damaskus. Adapun syarat yang di kemukakan oleh Hasan adalah jaminan hidup, dan ketika Mu’awiyah meninggal supaya jabatan itu diserahkan kembali kepadanya.
Langkah awal yang diambil oleh Mu’awiyah adalah memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus. Hal ini dapat dimaklumi karena jika dianalisa setidaknya ada 2 faktor yang mempengaruhi, yaitu di Madinah sebagai pusat pemerintahan khulafaurrasyidin sebelumnya, masih terdapat sisa – sisa kelompok yang antipati terhadapnya. Sedangkan di Damaskus pengaruhnya telah menciptakan nilai simpatik masyarakat, basis kekuatannya cukup kuat.
Kemudian, Mu’awiyah melakukan penggantian sistem kekhalifahan kepada sistem kerajaan (Monarchi absolut). Sehingga pergantian pemimpin dilakukan berdasarkan garis keturunan (monarchi heridetis), bukan atas dasar demokrasi sebagaimana yang terjadi di zaman sebelumnya. Model pemerintahan yang di tetapkan oleh Mu’awiyah ini banyak di ambil dari model pemerintahan Byzantium. Karena Syiria pernah dikuasai Byzantium selama kurang lebih 500 tahun sampai kedatangan islam, sedang Damaskus menjadi pusat pemerintahannya.
Pada masa Mu’awiyah mulai diadakan perubahan – perubahan administrasi pemerintah, dibentuk pasukan bertombak pengawal raja dan dibangun bagian khusus di dalam masjid untuk pengamanan tatkala dia menjalankan shalat. Mu’awiyah juga memperkenalkan materai resmi untuk pengiriman memorandum yang berasal dari Khalifah. Para sejarawan mengatakan bahwa di dalam sejarah Islam, Mu’awiyah lah yang pertama – tama mendirikan balai–balai pendaftaran dan menaruh perhatian atas jawatan pos, yang tidak lama kemudian berkembang menjadi suatu susunan teratur, yang menghubungkan berbagai bagian negara.
Pada masa Bani Umayyah dibentuk semacam dewan sekertaris negara (Diwan al-kitabah) untuk mengurus berbagai urusan pemerintahan, yang terdiri dari lima orang sekertaris yaitu: katib ar – Rasail, katib al – Kharraj, katib al – Jund, katib asy – Syurtah dan katib al – Qodi. Untuk mengurusi administrasi pemerintahan di daerah, diangkat seorang Amir al – Umara (Gubernur jenderal) yang membawahi beberapa “amir” sebagai penguasa suatu wilayah.
Dinasti Umayyah yang ibukota pemerintahannya di Damaskus, berlangsung selama 91 tahun dan diperintah oleh 14 orang khalifah, mereka itu ialah :
Mu’awiyah ibn Abi Sufyan (661 – 680)
Yazid ibn Mu’awiyah (680 – 683)
Mu’awiyah II ibn Yazid (683),
Marwan ibn hakam (683 – 685)
Abdul malik ibn Marwan (685 – 705)
Walid ibn Abdul Malik (705 – 715)
Sulaiman ibn Abdul malik (715 – 717)
‘Umar ibn Abdul ‘Aziz (717 – 720)
Yazid II ibn Abdul Malik (720 – 724)
Hisyam ibn Abdul Malik (724 – 743)
Walid ibn Yazid ibn Abdul Malik (743 – 744)
Yazid III ibn Walid ibn Abdul Malik (744)
Ibrahim (744)
Marwan II ibn Muhammad ibn Marwan ibn Hakam (744 – 750).
Pada masa Abdul Malik ibn Marwan, jalannya pemerintahan ditentukan oleh empat departemen pokok (Diwan). Ke empat departemen (kementrian) itu ialah :
Kementrian pajak tanah (diwan al – kharraj) yang tugasnya mengawasi departemen keuangan.
Kementrian khatam (diwan al – khatam) yang bertugas merancang dan mengesahkan ordonasi pemerintah. Sebagaimana masa Mu’awiyah telah diperkenalkan materai resmi untuk memorandumdari Kholifah, maka setiap tiruan dari memorandum itu dibuat kemudian ditembus dengan benang, disegel dengan lilin, yang akhirnya dipres dengan segel kantor.
Kementrian surat menyurat (diwan al – rasail), dipercayakan untuk mengontrol permasalahan di daerah – daerah dan semua komunikasi dari gebernur – gubernur.
Kementrian urusan perpajakan (diwan al mustagallat)
Bahasa administrasi yang berasal dari bahasa Yunani dan Persia diubah dalam bahasa Arab dimulai dari Abdul Malik pada tahun 85 / 704.
Dilihat dari perkembangan kepemimpinan ke – 14 Khalifah tersebut, maka periode Bani Umayyah dapat dibagi menjadi 3 masa : permulaan, kejayaan dan keruntuhan. Masa permulaan ditandai dengan usaha–usaha Mu’awiyah meletakkan dasar – dasar pemerintahan dan orientasi kekuasaan; pembunuhan terhadap Husain ibn Ali, perampasan kota Madinah, penyerbuan kota Makkah pada masa Yazid I, dan perselisihan antara suku – suku Arab pada masa Mu’awiyah II.
Kejayaan Bani Umayyah dimulai pada masa pemerintahan Abdul Malik. Dia dianggap sebagai pendiri daulah Bani Umayyah ke dua. Karena mampu mencegah disintegrasi yang telah terjadi sejak pada masa Marwan. Sebagai seorang ahli tatanegara dan administrator ulung, Abdul Malik berhasil menyempurnakan administrasi pemerintah Bani Umayyah. Masa penggantinya, Walid I merupakan periode kemenangan, kemakmuran dan kejayaan. Negara islam meluas ke daerah barat dan timur, beban hidup masyarakat mulai ringan, pembangunan kota dan gedung – gedung umum seperti masjid dan perkantoran mendapat perhatian yang cukup serius.
Kejayaan Bani Umayyah berakhir pada masa pemerintahan Umar ibn Aziz (umar II). Dia terpelajar dan taat beragama. Dia juga pelopor penyebaran agama islam. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa pemerintahannya termasyhur seperti halnya pemerintahan orthodox yaitu pemerintahan Abu Bakar dan Umar. Akan tetapi pemerintahanya hanya bertahan selama 2 tahun 5 bulan.
Sepeninggalan Umar II kekhalifahan mulai melemah dan akhirnya hancur. Para Khalifah pengganti Umar II selalu mengorbankan kepentingan umum untuk kesenangan pribadi. Perselisihan diantara putera mahkota, serta antara pemimpin daerah merupakan sebab – sebab lain yang menyebabkan kehancuran kekuasaan Bani Umayyah. Abu al Abbas mengadakan kerjasama dengan Kaum Syiah. Pada tahun 750 M pertempuran terakhir antara pasukan Abbasiah yang dipimpin Abu Muslim al – Khurasani dan pasukan Mu’awiyah terjadi di Irak. Yang mana waktu itu kepemimpinan Bani Umayyah dipegang oleh Marwan II. Tidak lama kemudian Damaskus jatuh ke tangan kekuasaan Bani Abbas.
Runtuhnya Bani Umayyah di Damaskus dimulai dari Khalifah Yazid II sampai khalifah Marwan II. Disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
Perselisihan antar putra mahkota.
Permusuhan antar suku-suku Arab yang dihidupkan lagi setelah kematian Yazid II.
Beberapa Khalifah memanjakan diri dengan kemewahan.
Beberapa Khalifah bersikap tidak adil terhadap warga negara sehingga menjadi kecewa dan ingin dibebaskan diri dari mereka.
Keadaan pertanian hancur dan perbandaharaan kosong.
Para menteri yang diberi kepercayaan justru mementingkan permasalahan mereka sendiri dan menyembunyikan segala permasalahan pemerintah.
Gaji pasukan perang tidak dibayarkan.
Para musuh meminta bantuan untuk menyerang/melawan meraka, tetapi mereka tidak mampu menyerang serangan karena pembantu sangat sedikit.
Penyembunyian berita-berita merupakan salah satu faktor dasar penyebab runtuhnya kerajaan.
B. Ekspansi Wilayah Dinasti Bani Umayyah
Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Usman dan Ali, dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. Di zaman Muawiyah,Tuniasia dapat ditaklukan. Disebelah timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai oxus dan Afghanistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibukota Binzantium, Konstantinopel.ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-Malik. Ia mengirim tentara menyebrangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Markhand. Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.
Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan di zaman Walid ibn Abdul Malik. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran, dan ketertiban. Umat Islam mersa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa, yaitu pada tahun 711 M. setelah al-Jajair dan Marokko dapat ditaklukan, Tariq bin ziyad, pemimpin pasukan Islam,menyeberangi selat yang memisahkan antara Marokko dengan benua Eropa, dan mendapat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat ditaklukkan. Dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Kordova, dengan cepat dikuasai. Menyusul kota-kota lain seperti Seville, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pada saat itu, pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Di zaman Umar bin Abdul Aziz, serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Serangan ini dipimpin oleh Abdurahman ibn Abdullah al-Ghafiqi. Ia mulai menyerang Bordeau, Poitiers. Dari sana ia menyerang Tours. Namun dalam peperangan di luar kota Tours, al-Qhafii terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. Disamping daerah-daerah tersebut pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah juga jatuh ke tangan Islam di zaman Bani Umayyah.
Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah baik di Timur maupun Barat, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah sangat luas. Daerah-daerah tersrebut meliputi: Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek dan Kirgis di Asia Tengah (Nasution, 1985:62).
Search This Blog
Thursday, April 27, 2017
Makalah sistem pemerintahan pada masa daulah umayyah PAI UIN RF
Cord gitar one oke rock-wherever you are
E B C#m G#m A G#m A B
i’m telling you i softly whisper tonight tonight you are my angel
E B C#m G#m A G#m A B
aishiteru yo futari wa hitotsu ni tonight tonight i just say . . .
chorus :
E B
wherever you are , i always make you smile
C#m G#m
wherever you are , i’m always by your side
A E
whatever you say , kimi wo omou kimochi
A B E
i promise you "forever" right now
E B C#m G#m A G#m A B
i don’t need a reason i just want you baby alright alright day after day
E B C#m G#m A G#m A
kono saki nagai koto zutto douka konna boku to zutto shinu made stay with
B
me we carry on . . . .
chorus :
E B
wherever you are , i always make you smile
C#m G#m
wherever you are , i’m always by your side
A E
whatever you say , kimi wo omou kimochi
A B
i promise you "forever" right now
E B
wherever you are , i never make you cry
C#m G#m
wherever you are , i never say goodbye
A E
whatever you say , kimi wo omou kimochi
A B
i promise you "forever" right now
C#m G#m A B
bokura ga deatta hi wa futari ni totte ichibanme no kinen subeki hi da ne
C#m G#m A B
soshite kyou to iu hi wa futari ni totte nibanme no kinen subeki hi da ne
solo : E B C#m G#m A E A B
E B
kokoro kara aiseru hito
C#m G#m
kokoro kara itoshii hito
A E A B
kono boku no ai no mannaka ni wa itsumo kimi ga iru kara
E B
wherever you are , i always make you smile
C#m G#m
wherever you are , i’m always by your side
A E
whatever you say , kimi wo omou kimochi
A B
i promise you "forever" right now
MAKALAH Model-model desain pembelajaran PAI

A. PENDAHULUAN
b. Rumusan Masalah
B. PEMBAHASAN
a. Pengertian model pembelajaran
Secara umum istilah model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan. Dalam pengertian lain, model juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya, misalnya globe merupakan bentuk dari bumi. Selanjutnya istilah model digunakan untuk menunjukkan pengertian pertama sebagai kerangka proses pemikiran.[1]
Kemudian pembelajaran, pembelajaran dapat diartikan sebagai proses kerja sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri seperti minat, bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada diluar diri siswa seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tertentu.[2]
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.[3]
Jadi dapat disimpulkan model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Model ASSURE
|
|
Analyze Learners
|
perlu diketahui bagaimana kebutuhan
dan tingkat kemampuan siswa. Ada tiga hal penting dapat dilakuan untuk
mengenal mereka, yaitu berdasarkan ciri-ciri umum, keterampilan awal khusus
dan gaya belajar
|
States Objectives
|
menyatakan tujuan pembelajaran harus
difokuskan kepada pengetahuan, kemahiran, dan sikap yang baru untuk
dipelajari.
|
Select Methods, Media, dan Material
|
ada tiga hal penting dalam pemilihan
metode, bahan dan media yaitu menentukan metode yang sesuai dengan tugas
pembelajaran, dilanjutkan dengan memilih media yang sesuai untuk
melaksanakan media yang dipilih, dan langkah terakhir adalah memilih
atau mendesain media yang telah ditentukan.
|
Utilize Media and materials
|
ada lima langkah bagi
penggunaan media yang baik yaitu, preview bahan, sediakan bahan, sediakan
persekitaran, pelajar dan pengalaman pembelajaran.
|
Require Learner
Participation
|
sebelum pelajar dinilai secara
formal, pelajar perlu dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran seperti
memecahkan masalah, simulasi, kuis atau presentasi.
|
Evaluate and Revise
|
penilaian yang dimaksud melibatkan
beberapa aspek diantaranya menilai pencapaian pelajar, pembelajaran yang
dihasilkan, memilih metode dan media, kualitas media, penggunaan guru dan
penggunaan pelajar.
|
Model ADDIE
|
|
Analysis (analisa)
|
yaitu melakukan needs assesment (analisis
kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), danmelakukan analisis tugas
(task analysis).
|
Design (desain/perancangan)
|
yang kita lakukan dalam tahap desain
ini, pertama, merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik, measurable, applicable, dan realistic). Selanjutnya menyusun
tes, dimana tes tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yag telah
dirumuskan tadi. Kemudian tentukanlah strategi pembelajaran media dan yang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. Selain
itu, dipertimbangkan pula sumber-sumber pendukung lain.
|
Development (pengembangan),
pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi
kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa
multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan.
|
|
Implementation (implementasi/eksekusi)
|
implementasi adalah langkah nyata
untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat.
|
Evaluation (evaluasi/ umpan balik)
|
yaitu proses untuk melihat apakah
sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal
atau tidak.
|
Model Banathy
|
|
Menganalisis dan merumuskan tujuan
|
baik tujuan pengembangan sistem
maupun tujuan spesifik. Tujuan merupakan sasaran dan arah yang harus dicapai
oleh siswa atau peserta didik.
|
Merumuskan kriteria tes yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai
|
Merumuskan kriteria tes yang sesuai
dengan tujuan yang hendak dicapai. Item tes dalam tahap ini dirumuskan untuk
menilai perumusan tujuan. Melalui rumusan tes dapat meyakinkan kita bahwa
setiap tujuan ada alat untuk menilai keberhasilannya.
|
Menganalisis dan merumuskan kegiatan belajar
|
Menganalisis dan merumuskan kegiatan belajar yakni kegiatan
mengiventarisasi seluruh kegiatan belajar-mengajar, menilai kemampuan
penerapannya sesuai dengan kondisi yang ada serta menentukan kegiatan yang
mungkin dapat diterapkan.
Merancang sistem
|
Merancang sistem
|
yaitu kegiatan menganalisis sistem menganalisis setiap komponen sistem,
mendistribusikan dan mengatur penjadwalan.
|
Mengimplementasi dan melakukan kontrol kualitas sistem
|
yakni melatih sekaligus menilai efektifitas sistem,
melakukan penempatan dan melaksanakan evaluasi
|
Mengadakan perbaikan dan perubahan
berdasarkan hasil evaluasi
|
|
Model PSSI (Prosedur
Pengembangan Sistem Instruksional)
|
|
Merumuskan tujuan
|
yakni kemampuan yang harus dicapai oleh sisiwa, ada 4
syarat dalam perumusan tujuan ini yakni tujuan harus operasional, artinya
tujuan yang dirumuskan harus spesifik atau dapat diukur, berbentuk hasil
belajar bukan proses belajar, berbentuk perubahan tingkah laku dan dalam
setiap rumusan tujuan hanya satu bentuk tingkah laku.
|
Mengembangkan alat
evaluasi
|
yakni menentukan jenis tes dan menyusun item soal untuk
masing-masing tujuan. Alat evaluasi disimpan pada tahap kedua setelah
perumusan tujuan untuk meyakinkan ketepatan tujuan sesuai dengan kriteria
yang telah di tentukan.
|
Mengembangkan kegiatan
belajar mengajar
|
yakni merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar dan
menyeleksi kegiatan belajar perlu ditempuh.
|
Mengembangkan program
kegiatan pembelajaran
|
yakni merumuskan materi pelajaran. Menetapkan metode
dan memilih alat dan sumber pelajaran.
|
Pelaksanaan program
|
yaitu kegiatan
mengadakan pra tes, menyampaikan materi pelajaran, mengadakan psikotes, dan
melakukan perbaikan.
|
C. KESIMPULAN
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.
D. DAFTAR PUSTAKA
Laporan Magang III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu proses pendewasaan peserta didik melalui pembelajaran se...
-
“Model-model Desain Pembelajaran” Disusun Sebagai Tugas Kelompok Mata Kuliah Perencanaan dan Desain Pembelajaran ...
-
APLIKASI METODE DEMONSTRASI, EKSPERIMEN DAN RESITASI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADIST DI MADRASAH KELAS VIII (TSANAWIYAH) “Makalah...
-
A. Penelusuran Keberadaan Teks Hadits dan Kegitan Takhrij Hadits Dalam sebuah rekaman khutbah jum’at di masjid agung palembang. dan...