Search This Blog

Thursday, April 27, 2017

Makalah sistem pemerintahan pada masa daulah umayyah PAI UIN RF

A.  Sistem Pemerintahan Pada Masa Daulah Umayyah
Daulah Bani Umayyah mengambil nama keturunan dari Umayyah ibnu abdi Syams ibn abdi Manaf. Dia seorang yang terkemuka  dalam persukuan Quraisy di zaman jahiliyah, bergandingan  dengan pamannya Hasyim ibnu Abdi Manaf. Diantara Umayyah dengan Hasyim adalah dua sosok yang paling keras dalam merebut kedudukan kalangan Quraisy.
Daulah Umayyah berdiri pada tahun 661 M s.d 750 M. Meskipun daulah ini kurang dari satu abad, tetapi pencapaian ekspansi sangat luas. Ekspansi ke negeri – negeri yang sangat jauh dari pusat kekuasaan islam dilakukan dalam waktu kurang dari setengah abad. Ini tentunya merupakan  kemenangan yang sangat menakjubkan dari suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah mempunyai pengalaman politik yang memadai.
Pendirian daulah ini, berawal dari masalah tahkim yang menyebabkan perpecahan dikalangan pengikut Ali, yang berakhir dengan kematiannya. Sepeninggalan Ali itu sebenarnya masyarakat secara beramai – ramai membaiat Hasan putra Ali untuk menjadi khalifah. Tetapi Hasan memang kurang berminat untuk menjadi Khalifah. Karena itu setelah Hasan berkuasa dalam  beberapa bulan, Mu’awiyah meminta agar jabatan khalifah diberikan kepadanya, Hasan kemudian menyetujui permintaan tersebut dan memberikan beberapa persyaratan kepada Mu’awiyah. Dengan demikian jabatan Khalifah dilimpahkan secara penuh kepada Mu’awiyah. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan istilah amul jama’ah, atau tahun persatuan umat islam. Sejak itulah Mu’awiyah resmi menjadi kholifah baru umat islam yang berpusat di Damaskus. Adapun syarat yang di kemukakan oleh Hasan adalah jaminan hidup, dan ketika Mu’awiyah meninggal supaya jabatan itu diserahkan kembali kepadanya.
Langkah awal yang diambil oleh Mu’awiyah adalah memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus. Hal ini dapat dimaklumi karena jika dianalisa setidaknya ada 2 faktor yang mempengaruhi, yaitu di Madinah sebagai pusat pemerintahan khulafaurrasyidin sebelumnya, masih terdapat sisa – sisa kelompok yang antipati terhadapnya. Sedangkan di Damaskus pengaruhnya telah menciptakan nilai simpatik masyarakat, basis kekuatannya cukup kuat.
Kemudian, Mu’awiyah melakukan penggantian sistem kekhalifahan kepada sistem kerajaan (Monarchi absolut). Sehingga pergantian pemimpin dilakukan berdasarkan garis keturunan (monarchi heridetis), bukan atas dasar demokrasi sebagaimana yang terjadi di zaman sebelumnya. Model pemerintahan yang di tetapkan oleh Mu’awiyah ini banyak di ambil dari model pemerintahan Byzantium. Karena Syiria pernah dikuasai Byzantium selama kurang lebih 500 tahun sampai kedatangan islam, sedang Damaskus menjadi pusat pemerintahannya.
Pada masa Mu’awiyah mulai diadakan perubahan – perubahan administrasi pemerintah, dibentuk pasukan bertombak pengawal raja dan dibangun bagian khusus di dalam masjid untuk pengamanan tatkala dia menjalankan shalat. Mu’awiyah juga memperkenalkan materai resmi untuk pengiriman memorandum yang berasal dari Khalifah. Para sejarawan mengatakan bahwa di dalam sejarah Islam, Mu’awiyah lah yang pertama – tama mendirikan balai–balai pendaftaran dan menaruh perhatian atas jawatan pos, yang  tidak lama kemudian berkembang menjadi suatu susunan teratur, yang menghubungkan berbagai bagian negara.
Pada masa Bani Umayyah dibentuk semacam dewan sekertaris negara (Diwan al-kitabah) untuk mengurus berbagai urusan pemerintahan, yang terdiri dari lima orang sekertaris yaitu:  katib ar – Rasail, katib al – Kharraj, katib al – Jund, katib asy – Syurtah dan katib al – Qodi. Untuk mengurusi administrasi pemerintahan di daerah, diangkat seorang Amir al – Umara (Gubernur jenderal) yang membawahi beberapa  “amir” sebagai penguasa suatu wilayah.
Dinasti Umayyah yang ibukota pemerintahannya di Damaskus, berlangsung selama 91 tahun dan diperintah oleh 14 orang khalifah, mereka itu ialah :
Mu’awiyah ibn Abi Sufyan (661 – 680)
Yazid ibn Mu’awiyah (680 – 683)
Mu’awiyah II ibn Yazid (683),
Marwan ibn hakam (683 – 685)
Abdul malik ibn Marwan (685 – 705)
Walid ibn Abdul Malik (705 – 715)
Sulaiman ibn Abdul malik (715 – 717)
‘Umar ibn Abdul ‘Aziz (717 – 720)
Yazid II ibn Abdul Malik (720 – 724)
Hisyam ibn Abdul Malik (724 – 743)
Walid ibn Yazid ibn Abdul Malik (743 – 744)
Yazid III ibn Walid ibn Abdul Malik (744)
Ibrahim (744)
Marwan II ibn Muhammad ibn Marwan ibn Hakam (744 – 750).
Pada masa Abdul Malik ibn Marwan, jalannya pemerintahan ditentukan oleh empat departemen pokok (Diwan). Ke empat departemen (kementrian) itu ialah :
Kementrian pajak tanah (diwan al – kharraj) yang tugasnya mengawasi departemen keuangan.
Kementrian khatam (diwan al – khatam) yang bertugas merancang dan mengesahkan ordonasi pemerintah. Sebagaimana masa Mu’awiyah telah diperkenalkan materai resmi untuk memorandumdari Kholifah, maka setiap tiruan dari memorandum itu dibuat kemudian ditembus dengan benang, disegel dengan lilin, yang akhirnya dipres dengan segel kantor.
Kementrian surat menyurat (diwan al – rasail), dipercayakan untuk mengontrol permasalahan di daerah – daerah dan semua komunikasi dari gebernur – gubernur.
Kementrian urusan perpajakan (diwan al mustagallat)
Bahasa administrasi yang berasal dari bahasa Yunani dan Persia diubah dalam bahasa Arab dimulai dari Abdul Malik pada tahun 85 / 704. 
Dilihat dari perkembangan kepemimpinan ke – 14 Khalifah tersebut, maka periode Bani Umayyah dapat dibagi menjadi 3 masa : permulaan, kejayaan dan keruntuhan. Masa permulaan ditandai dengan usaha–usaha Mu’awiyah meletakkan dasar – dasar pemerintahan dan orientasi kekuasaan; pembunuhan terhadap Husain ibn Ali, perampasan kota Madinah, penyerbuan kota Makkah pada masa Yazid I, dan perselisihan antara suku – suku Arab pada masa Mu’awiyah II.
Kejayaan Bani Umayyah dimulai pada masa pemerintahan Abdul Malik. Dia dianggap sebagai pendiri daulah Bani Umayyah ke dua. Karena mampu mencegah disintegrasi yang telah terjadi sejak pada masa Marwan. Sebagai seorang ahli tatanegara dan administrator ulung, Abdul Malik berhasil menyempurnakan administrasi pemerintah Bani Umayyah. Masa penggantinya, Walid I merupakan periode kemenangan, kemakmuran dan kejayaan. Negara islam meluas ke daerah barat dan timur, beban hidup masyarakat mulai ringan, pembangunan kota dan gedung – gedung umum seperti masjid dan perkantoran mendapat perhatian yang cukup serius.
Kejayaan Bani Umayyah berakhir pada masa pemerintahan Umar ibn Aziz (umar II). Dia terpelajar dan taat beragama. Dia juga pelopor penyebaran agama islam. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa pemerintahannya termasyhur seperti halnya pemerintahan orthodox yaitu pemerintahan Abu Bakar dan Umar. Akan tetapi pemerintahanya hanya bertahan selama 2 tahun 5 bulan.
Sepeninggalan Umar II kekhalifahan mulai melemah dan akhirnya hancur. Para Khalifah pengganti Umar II selalu mengorbankan kepentingan umum untuk kesenangan pribadi. Perselisihan diantara putera mahkota, serta antara pemimpin daerah merupakan sebab – sebab lain yang menyebabkan kehancuran kekuasaan Bani Umayyah. Abu al Abbas mengadakan kerjasama dengan Kaum Syiah. Pada tahun 750 M pertempuran terakhir antara pasukan Abbasiah yang dipimpin Abu Muslim al – Khurasani dan pasukan Mu’awiyah terjadi di Irak. Yang mana waktu itu kepemimpinan Bani Umayyah dipegang oleh Marwan II. Tidak lama kemudian Damaskus jatuh ke tangan kekuasaan Bani Abbas.
Runtuhnya Bani Umayyah di Damaskus dimulai dari Khalifah Yazid II sampai khalifah Marwan II. Disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
Perselisihan antar putra mahkota.
Permusuhan antar suku-suku Arab yang dihidupkan lagi setelah kematian Yazid II.
Beberapa Khalifah memanjakan diri dengan kemewahan.
Beberapa Khalifah bersikap tidak adil terhadap warga negara sehingga menjadi kecewa dan ingin dibebaskan diri dari mereka.
Keadaan pertanian hancur dan perbandaharaan kosong.
Para menteri yang diberi kepercayaan justru mementingkan permasalahan mereka sendiri dan menyembunyikan segala permasalahan pemerintah.
Gaji pasukan perang tidak dibayarkan.
Para musuh meminta bantuan untuk menyerang/melawan meraka, tetapi mereka tidak mampu menyerang serangan karena pembantu sangat sedikit.
Penyembunyian berita-berita merupakan salah satu faktor dasar  penyebab runtuhnya kerajaan.
B.  Ekspansi Wilayah Dinasti Bani Umayyah
Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Usman dan Ali, dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. Di zaman Muawiyah,Tuniasia dapat ditaklukan. Disebelah timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai oxus dan Afghanistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibukota Binzantium, Konstantinopel.ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-Malik. Ia mengirim tentara menyebrangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Markhand. Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.
Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan di zaman Walid ibn Abdul Malik. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran, dan ketertiban. Umat Islam mersa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa, yaitu pada tahun 711 M. setelah al-Jajair dan Marokko dapat ditaklukan, Tariq bin ziyad, pemimpin pasukan Islam,menyeberangi selat yang memisahkan antara Marokko dengan benua Eropa, dan mendapat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat ditaklukkan. Dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Kordova, dengan cepat dikuasai. Menyusul kota-kota lain seperti Seville, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pada saat itu, pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Di zaman Umar bin Abdul Aziz, serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Serangan ini dipimpin oleh Abdurahman ibn Abdullah al-Ghafiqi. Ia mulai menyerang Bordeau, Poitiers. Dari sana ia menyerang Tours. Namun dalam peperangan di luar kota Tours, al-Qhafii terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. Disamping daerah-daerah tersebut pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah juga jatuh ke tangan Islam di zaman Bani Umayyah.
Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah baik di Timur maupun Barat, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah sangat luas. Daerah-daerah tersrebut meliputi: Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek dan Kirgis di Asia Tengah (Nasution, 1985:62).

Cord gitar one oke rock-wherever you are

E             B   C#m          G#m A       G#m     A          B
i’m telling you    i softly whisper tonight tonight you are my angel
E         B  C#m                G#m A      G#m     A       B
aishiteru yo   futari wa hitotsu ni tonight tonight i just say . . .

chorus :
E                                    B
wherever you are ,  i always make you smile
            C#m                       G#m
wherever you are ,  i’m always by your side
        A                  E
whatever you say ,  kimi wo omou kimochi
   A                        B      E
i promise you "forever" right now

E              B        C#m             G#m  A       G#m      A         B
i don’t need a reason    i just want you baby alright alright day after day
E                     B      C#m                   G#m   A          G#m  A              
kono saki nagai koto zutto     douka konna boku to zutto shinu made stay with
           B
me we carry on . . . .

chorus :

E                                      B
wherever you are ,  i always make you smile
          C#m                         G#m
wherever you are ,  i’m always by your side
        A                  E
whatever you say ,  kimi wo omou kimochi
    A                      B
i promise you "forever" right now
E                                   B
wherever you are ,  i never make you cry
         C#m                       G#m
wherever you are ,  i never say goodbye
        A                  E
whatever you say ,  kimi wo omou kimochi
   A                       B
i promise you "forever" right now

C#m                    G#m                A                     B
bokura ga deatta hi wa futari ni totte ichibanme no kinen subeki hi da ne
C#m                    G#m                A                     B
soshite kyou to iu hi wa futari ni totte nibanme no kinen subeki hi da ne

solo :  E  B  C#m  G#m  A  E  A  B

E                   B
kokoro kara aiseru hito
        C#m           G#m
kokoro kara itoshii hito
       A              E           A                 B
kono boku no ai no mannaka ni wa itsumo kimi ga iru kara
E                                    B
wherever you are ,  i always make you smile
       C#m                           G#m
wherever you are ,  i’m always by your side
        A                  E
whatever you say ,  kimi wo omou kimochi
    A                     B
i promise you "forever" right now

MAKALAH Model-model desain pembelajaran PAI



“Model-model Desain Pembelajaran”
Disusun Sebagai Tugas Kelompok
Mata Kuliah Perencanaan dan Desain Pembelajaran


                                                                         
Dosen Pengampu: Fitri Oviyanti, M.Ag
Disusun Oleh Kelompok 3:
Amelia Agustina  (1532100083)
Askur Hadi          (1532100088 )

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN AJARAN 2016/2017



A.    PENDAHULUAN

a.      Latar Belakang
Belajar adalah sesuatu kegiatan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Kegiatan belajar dapat mengembangkan potensi-potensi yang dibawa sejak lahir. Komponen-komponen yang ada dalam kegiatan pembelajaran adalah guru dan siswa. Seorang guru dituntut mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap yang profesional dalam memberikan pembelajaran terhadap  siswa-siswanya.
Perkembangan pengetahuan saat ini telah melaju dengan pesat dan erat hubungannya dengan perkembangan tekhnologi. Maka seharusnya seorang guru harus mampu menyesuaikan kondisi perkembangan yang telah ada saat ini dengan lebih mengembangkan sesuatu pembelajaran dan membuat model perencanaan pembelajaran dengan baik supaya proses belajar mengajar dapat berjalan dan terkontrol dengan baik dan sistematis.

b.      Rumusan Masalah

1.    Apa pengertian model pembelajaran?
2.    Apa saja macam-macam model perencanaan pembelajaran?

c.     Tujuan
1.    Mengetahui pengertian model pembelajaran
2.    Mengetahui Apa saja macam-macam model perencanaan pembelajaran







B.     PEMBAHASAN

a.      Pengertian model pembelajaran

                        Secara umum istilah model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan. Dalam pengertian lain, model juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya, misalnya globe merupakan bentuk dari bumi. Selanjutnya istilah model digunakan untuk menunjukkan pengertian pertama sebagai kerangka proses pemikiran.[1]

                        Kemudian pembelajaran, pembelajaran dapat diartikan sebagai proses kerja sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri seperti minat, bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada diluar diri siswa seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tertentu.[2]

                        Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.[3]

                        Jadi dapat disimpulkan model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.



b.      Macam-macam Model Perencanaan Pembelajaran
Ada banyak model perencanaan pembelajaran, diantaranya yaitu:
1.      Model ASSURE
Model desain pembelajaran Assure ini adalah suatu model desain pembelajaran yang merupakan sebuah formulasi untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) yang beriorientasi kelas. Heinich mengungkapkan bahwa model desain pembelajaran ini terdiri atas enam tahap kegiatan sebagai berikut:[4]
Model ASSURE
Analyze Learners

perlu diketahui bagaimana kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa. Ada tiga hal penting dapat dilakuan untuk mengenal mereka, yaitu berdasarkan ciri-ciri umum, keterampilan awal khusus dan gaya belajar

States Objectives
menyatakan tujuan pembelajaran harus difokuskan kepada pengetahuan, kemahiran, dan sikap yang baru untuk dipelajari.

Select Methods, Media, dan Material
ada tiga hal penting dalam pemilihan metode, bahan dan media yaitu menentukan metode yang sesuai dengan tugas pembelajaran, dilanjutkan  dengan memilih media yang sesuai untuk melaksanakan media  yang dipilih, dan langkah terakhir adalah memilih atau mendesain media yang telah ditentukan.
Utilize Media and materials
ada lima langkah  bagi penggunaan media yang baik yaitu, preview bahan, sediakan bahan, sediakan persekitaran, pelajar dan pengalaman pembelajaran.

Require Learner Participation
sebelum pelajar dinilai secara formal, pelajar perlu dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran seperti memecahkan masalah, simulasi, kuis atau presentasi.

Evaluate and Revise
penilaian yang dimaksud melibatkan beberapa aspek diantaranya menilai pencapaian pelajar, pembelajaran yang dihasilkan, memilih metode dan media, kualitas media, penggunaan guru dan penggunaan pelajar.


                                                                        
2.      Model ADDIE
                        Salah satu model desain pembelajaran yang sifatnya lebih generik adalah model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). ADDIE muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Salah satu fungsinya ADDIE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri.[5]
                        Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan yakni :



Model ADDIE
Analysis (analisa)
 yaitu melakukan needs assesment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), danmelakukan analisis tugas (task analysis).


Design (desain/perancangan)
yang kita lakukan dalam tahap desain ini, pertama,  merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik, measurable, applicable, dan realistic). Selanjutnya menyusun tes, dimana tes tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yag telah dirumuskan tadi. Kemudian tentukanlah strategi pembelajaran media dan yang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, dipertimbangkan pula sumber-sumber pendukung lain.


Development (pengembangan), pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan.

Implementation (implementasi/eksekusi)
implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan  sistem pembelajaran yang sedang kita buat.

Evaluation (evaluasi/ umpan balik)
yaitu proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak.

                                
3.      Model Kemp
                        Model desain system intruksional yang dikembangkan oleh Kemp merupakan model yang membentuk siklus. Menurut Kemp pengembangan desain sistem pembelajaran terdiri atas komponen-komponen, yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan berbagai kendala yang timbul.
                        Komponen-komponen dalam suatu desain instruksional menurut Kemp yaitu hasil yang ingin dicapai, Analisis tes mata pelajaran,  tujuan khusus belajar, aktivitas belajar, sumber belajar, layanan pendukung, evaluasi belajar, tes awal, karakteristik belajar.
                        Kesembilan komponen itu merupakan suatu siklus yang terus-menerus direvisi setelah dievaluasi baik evaluasi sumatife maupun formatife dan diarahkan untuk menentukan kebutuhan siswa, tujuan yang ingin dicapai, prioritas, dan berbagai kendala yang muncul[6].

4.      Model Banathy
                        Model desain sistem pembelajaran dari Banathy berbeda dengan model Kemp. Model ini memandang bahwa penyusunan sisten instruksional dilakukan melalui tahapan-tahapan yang jelas. Terdapat 6 tahap dalam mendesain suatu program pembelajaran yakni:
Model Banathy
Menganalisis dan merumuskan tujuan
baik tujuan pengembangan sistem maupun tujuan spesifik. Tujuan merupakan sasaran dan arah yang harus dicapai oleh siswa atau peserta didik.

Merumuskan kriteria tes yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai
Merumuskan kriteria tes yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Item tes dalam tahap ini dirumuskan untuk menilai perumusan tujuan. Melalui rumusan tes dapat meyakinkan kita bahwa setiap tujuan ada alat untuk menilai keberhasilannya.

Menganalisis dan merumuskan kegiatan belajar

Menganalisis dan merumuskan kegiatan belajar yakni kegiatan mengiventarisasi seluruh kegiatan belajar-mengajar, menilai kemampuan penerapannya sesuai dengan kondisi yang ada serta menentukan kegiatan yang mungkin dapat diterapkan.
Merancang sistem
Merancang sistem
yaitu kegiatan menganalisis sistem menganalisis setiap komponen sistem, mendistribusikan dan mengatur penjadwalan.

Mengimplementasi dan melakukan kontrol kualitas sistem
yakni melatih sekaligus menilai efektifitas sistem, melakukan penempatan dan melaksanakan evaluasi
Mengadakan perbaikan dan perubahan berdasarkan hasil evaluasi

                                      
Manakala kita lihat langkah 1 sampai 4 merupakan tahapan dalam rangka proses rancangan, sedangkan tahap 5 dan 6 adalah tahap pelaksanaan dari perencanaan yang sudah dirumuskan.[7]

5.      Model Dick and Carrey
Seperti desain model banathy, dalam mendesain pembelajaran model Dick and Cery harus dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran umum. Menurut model ini, sebelum desainer merumuskan tujuan khusus yakni performance goals, perlu menganalisis pembelajaran serta menentukan kemampuan awal siswa terlebih dahulu. Mengapa hal ini perlu dirumuskan? Oleh sebab rumusan kemampuan khusus harus berpijak dari kemampuan dasar atau kemampuan awal. Manakala telah dirumuskan tujuan khusus yang harus dicapai selanjutnya dirumuskan tes dalam bentuk Criterion Reference Test, artinya tes yang mengukur kemampuan penguasaan tujuan khusus.
Untuk mencapai tujuan khusus selanjutnya dikembangkan strategi pembelajaran, yakni scenario pelaksanaan pembelajaran yang diharapkan dapat mencapai tujuan secara optimal, setelah itu dikembangkan bahan-bahan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan. Langkah akhir dari desain adalah melakukan evaluasi, yakni evaluasi formatife dan evaluasi sumative. Evalusi formative berfungsi untuk menilai evektivitas program dan evaluasi sumatife berfungsi untuk menentukan kedudukan setiap siswa dalam penguasaan materi pelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi inilah selanjutnya dilakukan umpan balik dalam merevisi program pembelajaran.[8]
Model ini termasuk ke dalam model prosedural. Langkah–langkah desain Pembelajaran menurut Dick and Carey adalah yaitu meengidentifikasikan tujuan umum pembelajaran, melaksanakan analisis pembelajaran, mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa, merumuskan tujuan performansi, mengembangkan butir–butir tes acuan patokan, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif, merevisi bahan pembelajaran, mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.

6.      Model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional)
                        Model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) adalah model yang dikembangkan di Indonesia untuk mendukung pelaksanaan kurikulum 1975. PPSI berfungsi untuk mengefektifkan perencanaan dan pelaksanaan program pengajaran secara sistemis, untuk dijadikan sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. PPSI terdiri dari 5 tahap yakni:[9]

Model PSSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional)
Merumuskan tujuan
yakni kemampuan yang harus dicapai oleh sisiwa, ada 4 syarat dalam perumusan tujuan ini yakni tujuan harus operasional, artinya tujuan yang dirumuskan harus spesifik atau dapat diukur, berbentuk hasil belajar bukan proses belajar, berbentuk perubahan tingkah laku dan dalam setiap rumusan tujuan hanya satu bentuk tingkah laku.

Mengembangkan alat evaluasi
yakni menentukan jenis tes dan menyusun item soal untuk masing-masing tujuan. Alat evaluasi disimpan pada tahap kedua setelah perumusan tujuan untuk meyakinkan ketepatan tujuan sesuai dengan kriteria yang telah di tentukan.

Mengembangkan kegiatan belajar mengajar
yakni merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar dan menyeleksi kegiatan belajar perlu ditempuh.

Mengembangkan program kegiatan pembelajaran
yakni merumuskan materi pelajaran. Menetapkan metode dan memilih alat dan sumber pelajaran.

Pelaksanaan program
yaitu kegiatan mengadakan pra tes, menyampaikan materi pelajaran, mengadakan psikotes, dan melakukan perbaikan.




7.        Model Gerlach dan Ely
               Model pengembangan intruksional yang di kembangkan Gerlach dan Ely ini maksudkan untuk pedoman perencanaan mengajar. Menurutnya langkah langkah dalam pengembangan intruksional terdiri dari merumuskan tujuan intruksional, menentukan isi materi pelajaran, menetukan kemampuan awal peserta didik, menentukan teknik dan strategi, pengelompokan belajar, menentukan pembagian waktu, menentukan ruang, memilih media intruksional yang sesuai, mengevaluasi hasil belajar, menganalisis umpan balik.[10]
               Model ini merupakan suatu upaya untuk menggambarkan secara grafis, suatu metode perencanaan pembelajaran yang sistematis. Model ini merupakan suatu garis pedoman atau suatu peta perjalanan dan hendaknya digunakan sebagai checklist dalam membuat sebuah rencana untuk kegiatan pembelajaran. Dalam model ini diperlihatkan keseluruhan proses belajar-mengajar yang baik, sekalipun tidak menggambarkan perincian setiap komponen.[11]





C.    KESIMPULAN

            Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.

            Macam-macam model perencanaan pembelajaran yaitu:
1)        Model Assure
2)        Model Addie
3)        Model Kemp
4)        Model Banath
5)         Model Dick & Carrey
6)        Model PPSI
7)        Model Gerlach & Ely
















D.    DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Iif Khoiru. 2011. Pembelajaran Akselerasi. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya.
Harjanto. 1997. Perecanaan pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Prenadamedia Group.
Sanjaya, Wina. 2010. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Wiyani, Novan ardy. 2013. Desain pembelajaran pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
http://duniatp.blogspot.co.id/2015/04/model-pembelajaran-gerlach-dan-ely.html.




[1] Drs. Harjanto, Perecanaan pengajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1997), hal. 51.
[2] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran,  (Jakarta: Prenada Media Group, 2008), hal. 25.
[3] Iif khoiru Ahmadi, Pembelajaran Akselerasi, (Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya, 2011), hal. 83.
[4] Novan Ardy Wiyani, Desain pembelajaran pendidikan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hal. 39.

[5] Ibid., hal. 42.
[6] Wina sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group,  2010), hal. 71.
[7] Ibid., hal. 73.
[8]Ibid., hal. 75.                                                                                            
  [9]Ibid., hal. 76.
   [10] Harjanto, Op. Cit., hal. 83
[11] http://duniatp.blogspot.co.id/2015/04/model-pembelajaran-gerlach-dan-ely.html. diakes pada hari Senin  tanggal 20 Maret 2017, Pukul: 11:40 WIB.

Laporan Magang III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu proses pendewasaan peserta didik melalui pembelajaran se...